Penanganan Infertilitas Pria

Infertilitas pada pria

Pria yang memiliki masalah infertilitas tentunya semakin hari semakin banyak. Disfungsi ereksi atau ejakulasi dini menjadi salah satu penyebabnya. 1 dari 4 pria yang berumur 40 tahun menderita disfungsi ereksi. Pada penyakit disfungsi ereksi tak hanya ejakulasinya saja yang cepat, namun kualitas sperma yang dikeluarkan juga berkurang, bahkan buruk.

Penyakit tersebut biasanya terjadi jika pria terlalu banyak onani, atau bisa juga pola makan dan hidupnya yang tidak sehat. Tentunya penyakit dIsfungsi ereksi ini bisa diobati, dengan teknologi medis saat ini.

Penanganan infertilitas pria

Di klinik tersebut, ada salah satu layanan yang cocok untuk pria yang memiliki keluhan pada kesuburan sperma dan organ reproduksinya. Layanan tersebut adalah Pengobatan Pria. Pada layanan ini, pasien akan melakukan beberapa tahap untuk mendiagnosa penyakitnya. Diagnosis in fertilitas pria ini tentunya dilakukan oleh tim medis ahli yang dimiliki oleh klinik tersebut. Tahapan tersebut adalah:

  1. Tahap 1: Pengujian Air Mani

Tahapan ini merupakan tahapan yang paling pertama dilakukan. Pada tahapan ini, akan dilakukan pemeriksaan fisik dan analisa sampel sperma yang dilakukan di laboratorium andrologi.

  • Tahap 2: Pemeriksaan Hormon

Di tahap ini pasien akan melakukan tes darah sederhana untuk melihat kadar hormon seks, seperti Follicle Stimulation Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH). Jika setelah perhitungan ternyata kadar hormon tidak normal, maka pasien sangat dianjurkan untuk menggunakan obat pengganti hormon.

  • Tahap 3: Pemeriksaan Fisik

Pada tahapan ini, selain pemeriksaan fisik, juga ada serangkaian tes lainnya, seperti pemindaian (scanning), biopsi, dan tes genetik. Tahapan ini hanya dilakukan pada pasien yang mengalami penyakit tertentu, yaitu:

  1. Verikotel

Penyakit ini disebabkan oleh pembesaran pada pembuluh darah vena disekitar testis. Verikotel menyebabkan penderitanya mengalami penurunan produksi dan kualitas sperma.

  • Ketika sperma berada di epididimis

Pada kondisi ini maka tim medih klinik Bocah Indonesia akan melakukan teknik MESA (microsurgical epididymal sperm aspiration), yaitu melakukan sayatan kecil pada skrotum dengan bantuan bius lokal kemudian sperma disedot dengan pipet mikro dan dianalisis dengan mikroskop.

  • Ketika sperma sedikit dan tidak ditemukan di epididimis

Pada kadaan ini akan dilakukan teknik TESE, yaitu pengambilan sperma langsung melalui testis dengan bantuan bius lokal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here