dampak lockdown

Menerapkan lockdown di tengah pandemi virus corona merupakan langkah yang diambil beberapa negara. Kondisi pandemi memberikan banyak pelajaran bagi manusia di dunia. Berbagai upaya terbaik dilakukan baik oleh pemerintah untuk suatu negara, maupun individu untuk bertahan dari risiko terinfeksi Covid-19.

Keputusan lockdown atau karantina wilayah diambil pemerintah berbagai negara untuk mengimbau ketertiban masyarakatnya tetap berada di rumah saja. Sehingga menghindari terjadinya kerumunan atau kontak fisik, yang akan menekan angka penularan virus Corona.

Tahukah bahwa kebijakan karantina wilayah juga memiliki dampak positif dan negatif. Tentu setiap keputusan atau kebijakan memberikan nilai positif dan negatif. Oleh sebab itu, tidak setiap negara berani menerapkan karantina secara ketat. Hingga kini ada beberapa negara yang masih memilih menerapkan karantina wilayah ketat, antara lain Inggris, China, Thailand, Filipina dan Jerman.

Karantina mungkin akan memberikan dampak positif menjaga angka kasus poitif Covid-19 di suatu negara. Itu karena di masa karantina akan sangat diterapkan social distancing. Selain itu tiap-tiap individu juga akan menjaga imunitas tubuhnya dengan baik karena melakukan banyak kegiatan di rumah saja.

Melalui karantina juga masyarakat akan lebih tertib, karena berbagai fasilitas publik yang ditutup. Seperti restaurant, pusat perbelanjaan, tempat hiburan malam dan lainnya. Pemerintah akan lebih mudah mengontrol kesehatan rakyatnya dan bisa membantu meringankan para petugas medis. Membatasi akses keluar masuk suatu negara juga akan menjaga bahaya terbawanya paparan virus dari luar. Sehingga bisa mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus positif Covid-19.

Namun selain dampak positif, kebijakan ini juga punya bermacam dampak negatif. Saat suatu negara memutuskan untuk karantina, tentunya akan berdampak pada sistem sosial dan ekonomi negara tersebut. Sistem ekonomi dan sosial akan berjalan dengan tidak baik yang menyebabkan inflasi.

Indonesia menjadi salah satu negara yang juga merasakan dampak positif dan negatif menerapkan karantina. Di Indonesia kebijakan tersebut lebih akrab dikenal dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Saat pemerintah menerapkan PSBB ketat maka laju kasus positif Covid-19 menurun dan stabil. Namun saat pembatasan di longgarkan, angka positif kembali melonjak dan membuat para tenaga medis kewalahan.

Namun, pemerintah Indonesia tidak bisa terus menerapkan PSBB ketat demi menjaga stabilitas sistem ekonomi negara. Selama 2020 ekonomi Indonesia terus mecatatkan penurunan hingga mengalami inflasi. Dampak juga dirasakan masyarakat saat banyak yang terpaksa kehilangan pekerjaannya, kesulitan mendapatkan uang dan lainnya.

Menjaga kesehatan mental juga tidak kalah pentingnya, ini akan sangat berpengaruh pada imunitas tubuh. Pastikan situasi hatimu selalu bahagia, tekan stress dengan melakukan meditasi dan semacamnya. Jangan terlalu panik menghadapi hidup di tengah Pandemi Covid-19, bacalah berbagai referensi melalui berbagai artikel untuk menambah informasi dan edukasi.

Pandemi Covid-19 memang kini menjadi teman akrab manusia yang sulit dielakkan keberadaannya. Setiap orang harus sangat memperhatikan dan menjaga imunitas tubuhnya untuk menangkal terinfeksi virus Corona. Selain itu masyarakat harus patuh pada protokol kesehatan, mencuci tangan, menjaga jarak, dan mengguanakan masker.

Selain upaya pemerintah menerapkan lockdown, masyarakat juga perlu melindungi diri juga penting melindungi keluarga yang rentan terpapar dan memiliki penyakit bawaan. Namun kehadiran virus Corona tidak hanya menimbulkan dampak negatif, banyak juga sisi positif yang bisa diambil. Dengan hadirnya pandemi Covid-19 di Indonesia juga menimbulkan kesadaran tinggi pada tiap individu. Kesadaran untuk terus menjaga dan menghargai pentingnya kesehatan dalam hidup. Lebih peduli kepada orang lain, menghargai sesuatu yang dimiliki seperti pekerjaan dan sebagainya.  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here